Tag: Tourism

  • Wisata Berbasis Sustainable Tourism di Indonesia

    Wisata Berbasis Sustainable Tourism di Indonesia

    Indonesia telah berkembang menjadi destinasi unggulan untuk pariwisata berkelanjutan di Asia Tenggara. Negara kepulauan ini menggabungkan kekayaan alam dan budaya dengan komitmen menjaga lingkungan. Sektor pariwisata memberikan manfaat ekonomi, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat lokal.

    Tren ekowisata terus meningkat. Survei 2024 menunjukkan 86% profesional pariwisata percaya ekowisata menjadi tren penting. Sebanyak 71% wisatawan terbuka terhadap rekomendasi wisata berkelanjutan.

    Kerangka Kebijakan dan Regulasi

    Undang-Undang Kepariwisataan Terbaru

    Pemerintah Indonesia memperkuat komitmen berkelanjutan melalui regulasi. Pada Oktober 2025, DPR RI mengesahkan Amandemen Ketiga Undang-Undang Kepariwisataan. Amandemen ini memperkuat ketentuan pembangunan berkelanjutan.​

    Fokus utama amandemen mencakup empat aspek baru:

    • Perencanaan pariwisata yang terukur

    • Pengelolaan destinasi secara profesional

    • Pemasaran terintegrasi modern

    • Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi​

    Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyatakan undang-undang baru ini sebagai landasan hukum kuat. Tujuannya mengembangkan pariwisata yang berkualitas, inklusif, adaptif, inovatif, dan berkelanjutan.​

    Standar Destinasi Berkelanjutan

    Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 14 Tahun 2016 telah menetapkan Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan. Regulasi ini mendefinisikan pariwisata berkelanjutan secara jelas.​

    Standar Indonesia mendapat pengakuan GSTC-Recognized dari Global Sustainable Tourism Council. Pengakuan ini memvalidasi komitmen Indonesia dalam mempromosikan produk pariwisata berkelanjutan.​

    Destinasi Super Prioritas Berkelanjutan

    Pemerintah Indonesia mengidentifikasi lima destinasi prioritas utama. Program Indonesia Tourism Development Project (ITDP) mendukung pengembangan dengan pendekatan berkelanjutan. Bank Dunia turut memberikan dukungan finansial.​

    Danau Toba, Sumatera Utara

    Danau Toba adalah danau vulkanik terbesar di Asia Tenggara. Destinasi ini dikembangkan sebagai UNESCO Global Geopark dengan fokus pada konservasi. Edukasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat menjadi prioritas utama.​

    Infrastruktur meningkat signifikan hingga akhir 2024:

    • Air bersih ditingkatkan untuk 570.000 orang

    • Ruang non-motoris dibangun seluas 542.000 m²

    • Sanitasi diperbaiki untuk 470.000 orang

    Pendekatan pembangunan mengintegrasikan kearifan lokal budaya Batak. Pelestarian lingkungan berjalan beriringan dengan pengembangan pariwisata. Studi menunjukkan hasil positif termasuk pengurangan konsumsi air dan energi per turis.​

    Lombok dan Mandalika, Nusa Tenggara Barat

    Lombok dikembangkan dengan Integrated Tourism Master Plan (ITMP). Pendekatan ini menciptakan keseimbangan antara penghormatan lingkungan dan budaya lokal. Pemberdayaan masyarakat menjadi fokus inti pengembangan.​

    Infrastruktur utama mencakup:

    • Peningkatan jalan Pemenang-Bayan-Sembalun

    • Sistem pasokan air di Senaru

    • Pengembangan air bersih di Sembalun dan Mandalika​

    Proyeksi menunjukkan dampak luas bagi komunitas. Perbaikan infrastruktur memberikan manfaat bagi 1,6 juta orang di Lombok.​

    Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo, NTT

    omodo National Park Guide 2025: How to visit and what to expect 

    Labuan Bajo mengalami pertumbuhan pesat dalam dekade ini. Jumlah pengunjung meningkat empat kali lipat antara 2019 dan 2024. Estimasi mencapai lebih dari 1 juta pengunjung pada 2024.​

    Pemerintah menerapkan strategi pembatasan untuk melindungi ekosistem. Pembatasan jumlah pengunjung diterapkan secara ketat. Taman Nasional Komodo adalah situs Warisan Dunia UNESCO yang sangat sensitif.​

    Upaya Konservasi di Komodo:

    • Pembentukan kawasan laut lindung mencakup 20% area taman

    • Pusat penelitian dan konservasi untuk monitoring

    • Program edukasi untuk masyarakat lokal​

    Ekowisata menekankan konservasi sambil melibatkan wisatawan. Edukasi menjadi bagian integral pengalaman wisatawan. Masyarakat lokal berperan aktif dalam pelestarian lingkungan.​

    Desa Wisata Berkelanjutan Terbaik

    Penghargaan Internasional

    Indonesia meraih pengakuan dunia untuk desa wisata berkelanjutan. Program Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 diikuti 6.016 desa wisata dari seluruh negeri. Kompetisi ini menunjukkan komitmen Indonesia yang luar biasa.​

    Dua desa meraih pengakuan tertinggi tingkat internasional. Pada Desember 2024, Desa Jatiluwih dan Desa Wukirsari menerima penghargaan Best Tourism Villages 2024 dari UN Tourism. Penghargaan diberikan di Cartagena de Indias, Kolombia.​

    Desa Wukirsari berlokasi di Bantul, Yogyakarta. Desa ini berhasil memenuhi 300 indikator berupa dokumen legal dan bukti pendukung. Pencapaian ini menunjukkan dedikasi luar biasa terhadap keberlanjutan.​

    Warisan Budaya Wukirsari:

    • Batik Giriloyo dengan jumlah pembatik terbanyak

    • Tatah sungging (seni tradisional)

    • Keris dan warisan kerajinan lokal

    • Makam raja Imogiri yang bernilai sejarah​

    Desa Jatiluwih terletak di Tabanan, Bali. Destinasi ini terkenal dengan sawah terasering yang indah. Sistem irigasi tradisional subak merupakan kearifan lokal yang diakui UNESCO.​

    Desa Pemuteran – Best Tourism Village 2025

    Desa Pemuteran meraih penghargaan Best Tourism Village 2025 dari UN Tourism pada November 2025. Berlokasi di Buleleng, Bali. Penghargaan ini membuktikan komitmen desa terhadap keberlanjutan.​

    Sebelumnya, Pemuteran menerima ASEAN Tourism Standard untuk Community-Based Tourism (2023-2025). Program masyarakat lokal berjalan efektif di desa ini.​

    Keberhasilan Pemuteran menjadi model nyata bagi desa lain. Pariwisata berkelanjutan dapat berjalan seiring pelestarian alam dan budaya lokal. Masyarakat aktif menjaga ekosistem laut dan mengembangkan wisata berbasis komunitas.​

    Desa Wisata Les – Best ADWI 2024

    Desa Wisata Les di Kabupaten Buleleng, Bali, dinobatkan sebagai Desa Wisata Terbaik ADWI 2024. Tema penghargaan adalah “Desa Wisata Menuju Pariwisata Hijau Berkelas Dunia.”​

    Desa ini meraih penilaian tertinggi di semua kategori:

    • Destinasi yang menarik

    • Digitalisasi teknologi

    • Amenitas lengkap

    • Resiliensi sosial

    • Kelembagaan yang kuat​

    Komitmen Les terhadap kolaborasi sangat inspiratif. Desa ini bekerja dengan NGO untuk monitoring dan rehabilitasi terumbu karang. Pemberdayaan ekonomi perempuan dilakukan melalui kelompok usaha produktif.​

    Desa Penglipuran, Bali

    Desa Penglipuran berlokasi di Bangli. Destinasi ini menggabungkan tata ruang unik dengan pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Pengalaman wisata autentik tersedia untuk semua pengunjung.​

    Sistem pengelolaan sampah di Penglipuran sangat efektif. Sampah organik dan anorganik dipisahkan dengan rapi. Desa ini dikenal sebagai salah satu desa terbersih di dunia.​

    Ekowisata Penglipuran fokus pada edukasi. Wisatawan belajar pentingnya pelestarian budaya dan lingkungan. Program edukatif dirancang untuk semua kelompok usia pengunjung.​

    Destinasi Ekowisata Unggulan

    Raja Ampat, Papua Barat

    Raja Ampat merupakan surga keanekaragaman hayati laut di Indonesia. Kawasan ini menampung lebih dari 1.700 spesies ikan. Selain itu, 70% spesies karang dunia ditemukan di Raja Ampat.​

    Komitmen konservasi dimulai sejak 2004. Sejak tahun itu, lebih dari 2 juta hektare habitat laut ditetapkan sebagai Kawasan Konservasi Laut (MPAs). Kawasan lindung ini dikelola secara ketat untuk melindungi ekosistem.​

    Biaya retribusi wisatawan digunakan untuk mendanai kawasan lindung. Penangkapan spesies yang dilindungi dilarang tegas. Dana ini menjadi sumber pendanaan berkelanjutan untuk konservasi.​

    Konservasi Tradisional Sasi:

    Praktik sasi adalah tradisi konservasi laut adat yang masih hidup. Area penangkapan ikan tertentu ditutup sementara untuk regenerasi populasi. Integrasi kearifan lokal dalam konservasi modern terbukti efektif.​

    Resort ekowisata di Raja Ampat terlibat aktif dalam konservasi. Misool Eco Resort dan Papua Explorers melakukan restorasi terumbu karang. Program perlindungan hiu dan manta juga dijalankan bersama masyarakat lokal.​

    Taman Nasional Bali Barat dan Plataran Menjangan

    Plataran Menjangan terletak di hutan lindung seluas 382 hektare. Lokasi ini berada dalam Taman Nasional Bali Barat. Resort ini meraih ASEAN Green Hotels 2024 Award dengan posisi Top 5.​

    Plataran menjadi perwakilan Indonesia dan negara ASEAN yang unik. Resort mendukung Glasgow Declaration – komitmen global mencapai Net Zero sebelum 2050. Komitmen ini menunjukkan dedikasi terhadap iklim global.​

    Program Plataran for the Earth:

    Program keberlanjutan resort mencakup beberapa inisiatif:

    • Pengurangan emisi karbon terukur

    • Penanaman pohon berkelanjutan

    • Pengolahan air limbah modern

    • Minimalisasi penggunaan plastik

    • Restorasi laut yang intensif​

    Taman Nasional Bali Barat juga terkenal untuk pengamatan burung. Lokasi ini populer di kalangan bird watchers internasional. Kesempatan melihat Jalak Bali yang terancam punah menarik pengunjung khusus.​

    Ekowisata Mangrove

    Mangrove merupakan ekosistem penting untuk konservasi di Indonesia. Beberapa destinasi ekowisata mangrove telah berkembang dengan pendekatan berkelanjutan.

    Mangrove Tembudan Berseri, Berau, Kalimantan Timur

    Hutan mangrove ini dirintis sejak 2017 sebagai destinasi wisata. Tembudan menjadi pilot project Carbon Footprint Calculator (CFPC) dari Kemenparekraf. Luas lahan mencapai 3.000 hektare yang dikelola dengan hati-hati.​

    Tembudan terpilih atas keberhasilan penerapannya. Ekowisata berbasis low carbon berjalan efektif di sini. Manajemen pengunjung dijalankan dengan standar ketat untuk menjaga kelestarian.​

    Clungup Mangrove Conservation, Malang

    Clungup dikelola oleh POKMASWAS Gatra Olah Alam Lestari. Program konservasi mangrove dan terumbu karang berjalan bersama. Rumah apung menyediakan edukasi bahari untuk pengunjung.​

    Budidaya ikan juga menjadi bagian program wisata edukatif. Pengunjung belajar tentang sistem pertanian berkelanjutan. Interaksi langsung dengan alam meningkatkan kesadaran lingkungan.​

    Taman Wisata Mangrove Klawalu, Sorong

    Klawalu merupakan destinasi pertama di Papua dengan tema wisata mangrove. Atraksi utama mencakup Menara Pandang dan Jembatan Warna-Warni. Spot edukatif ini mengajarkan fungsi hutan mangrove bagi ekosistem.​

    Manfaat mangrove untuk alam dijelaskan secara interaktif. Pengunjung memahami pentingnya melindungi hutan mangrove. Kesadaran lingkungan bertumbuh melalui edukasi langsung.​

    Taman Nasional Bunaken, Sulawesi Utara

    Bunaken merupakan salah satu destinasi ekowisata bahari terbaik. Taman nasional ini memiliki lebih dari 390 spesies karang. Populasi ikan mencapai 90 spesies dengan variasi yang menakjubkan.​

    Fauna langka juga ditemukan di Bunaken. Penyu hijau dan hiu karang hidup di perairan ini. Ekosistem bawah laut yang rentan memerlukan perlindungan ketat.​

    Ekowisata dikelola dengan prinsip keberlanjutan yang konsisten. Pembatasan pengunjung diterapkan untuk melindungi terumbu karang. Edukasi lingkungan menjadi bagian pengalaman wisatawan.​

    Green Tourism di Kota-Kota Indonesia

    Banyuwangi, Jawa Timur

    Banyuwangi bertransformasi menjadi model pengembangan ramah lingkungan. Prioritas utama adalah pengurangan sampah melalui program terukur. Ruang hijau publik dikembangkan di seluruh kota.​

    Infrastruktur pariwisata ramah lingkungan terus dibangun. Perlindungan akses ke hutan bakau diperkuat dengan regulasi. Lanskap vulkanik dan cadangan laut dijaga ketat.​

    Bandung, Jawa Barat

    Bandung fokus pada mobilitas perkotaan berkelanjutan. Revitalisasi budaya menjadi strategi pelengkap pengembangan. Zona walkable diperluas di pusat kota.​

    Transportasi publik ditingkatkan untuk mengurangi emisi. Area ekowisata dataran tinggi dipromosikan untuk wisatawan. Perkebunan teh, mata air panas, dan jalur trekking hutan menjadi daya tarik utama.​

    Surakarta (Solo), Jawa Tengah

    Solo mengambil pendekatan heritage-led terhadap keberlanjutan. Restorasi istana kerajaan dilakukan dengan hati-hati. Pelestarian produksi batik tradisional menjadi prioritas ekonomi.​

    Event budaya dikelola untuk mengurangi pemborosan sumber daya. Solo Batik Carnival menjaga identitas lokal sambil berkelanjutan. Keterlibatan masyarakat lokal sangat tinggi dalam setiap program.​

    Ubud, Bali

    Ubud meraih ASEAN Sustainable Tourism Award 2024 kategori Gastronomy. Penghargaan diberikan untuk daerah pedesaan yang inovatif. Scene kuliner Ubud sangat vibrant dan berkelanjutan.​

    Scene kuliner mencakup berbagai tingkat usaha. Warung tradisional hingga restoran fine dining melayani pengunjung. Semua mendukung produsen lokal dalam rantai pasokan.​

    Keberlanjutan diterapkan di setiap aspek kuliner. Bahan lokal diprioritaskan oleh semua restoran. Pengalaman gastronomi Ubud menjadi contoh wisata berkelanjutan.​

    Akomodasi Bersertifikasi Berkelanjutan

    The Apurva Kempinski Bali

    The Apurva Kempinski Bali mencapai milestone penting dalam industri. Hotel ini meraih sertifikasi GSTC (Global Sustainable Tourism Council) pada April 2024. Pencapaian pertama ini sangat signifikan untuk Indonesia.​

    Manajemen keberlanjutan di hotel sangat efektif. Maksimalisasi manfaat sosial dan ekonomi untuk masyarakat lokal diterapkan. Program Sustainable Agriculture melibatkan masyarakat Bali secara langsung.​

    Inisiatif Berkelanjutan:

    • 21,7% karyawan berasal dari komunitas sekitar Bali

    • Pelatihan untuk petani lokal dalam teknik eco-farming

    • Partnership dengan Samsara Living Museum untuk edukasi​

    Hard Rock Hotel Bali

    Hard Rock Hotel Bali meraih sertifikasi GSTC sebagai hotel kedua di Indonesia. Pencapaian ini menunjukkan dedikasi terhadap praktik berkelanjutan. Standar internasional diterapkan dengan konsisten.​

    Resort Mewah Lainnya

    Nihi Sumba merupakan resort mewah pemenang berbagai penghargaan. Resort ini mendukung masyarakat Sumba lokal secara aktif. Budaya dan tradisi lokal dilestarikan melalui berbagai program.​

    Standar mewah bintang lima tetap dipertahankan. Pengalaman premium tidak mengorbankan keberlanjutan. Model ini menunjukkan bahwa kemewahan dapat sejalan dengan tanggung jawab lingkungan.​

    Pertumbuhan Signifikan Akomodasi Hijau:

    Platform Tiket.com melaporkan perkembangan pesat. Tiket Green berkembang dari 1.000 properti akomodasi tahun lalu. Jumlah tumbuh menjadi 2.500 akomodasi di Indonesia dan Asia Tenggara sekarang.​

    Pertumbuhan ini mencerminkan kesadaran pemilik properti. Pentingnya wisata berkelanjutan semakin diakui. Investasi dalam keberlanjutan menjadi strategi bisnis yang cerdas.​

    Prinsip-Prinsip Pariwisata Berkelanjutan Indonesia

    Regulasi Indonesia menetapkan empat pilar utama keberlanjutan. Setiap pilar dirancang untuk menciptakan dampak positif jangka panjang.​

    Pengelolaan Destinasi Efektif

    Strategi destinasi berkelanjutan harus komprehensif dan terukur. Perencanaan mencakup periode pendek, menengah, dan panjang. Pengembangan aksesibilitas harus merata untuk semua wisatawan.​

    Amenitas wisata dibangun sesuai standar keberlanjutan. Akses yang mudah ke destinasi menjadi prioritas. Infrastruktur mendukung pengalaman wisatawan yang nyaman.

    Keberlanjutan Lingkungan

    Pengelolaan sumber daya alam harus bijak dan terukur. Dampak negatif terhadap lingkungan diminimalkan setiap saat. Pengurangan limbah diterapkan di semua sektor pariwisata.​

    Pelestarian keanekaragaman hayati menjadi fokus utama. Program konservasi dijalankan dengan melibatkan masyarakat lokal. Edukasi lingkungan terintegrasi dalam setiap kegiatan wisata.​

    Keberlanjutan Sosial dan Budaya

    Kebudayaan lokal dihormati dan didukung dalam pengembangan. Tradisi dan nilai-nilai masyarakat dipertahankan dengan baik. Warisan budaya dilindungi dari dampak negatif pariwisata.​

    Pemberdayaan masyarakat lokal menjadi strategi utama. Partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan diperkuat. Hak-hak masyarakat adat dihormati dan dilindungi.​

    Manfaat Ekonomi untuk Masyarakat

    Usaha mikro, kecil, dan menengah didukung dalam rantai nilai pariwisata. Produk lokal dipromosikan dan dikembangkan secara berkelanjutan. Prinsip perdagangan yang adil diterapkan untuk semua.​

    Peluang kerja diciptakan bagi masyarakat lokal. Pelatihan keterampilan disediakan untuk meningkatkan kompetensi. Pendapatan pariwisata didistribusikan secara adil kepada komunitas.​

    Tantangan dan Prospek ke Depan

    Kemajuan Indonesia signifikan namun tantangan tetap ada. Peningkatan jumlah pengunjung menimbulkan tekanan pada ekosistem. Taman Nasional Komodo mengalami beberapa permasalahan serius.

    Tantangan di Taman Nasional Komodo

    Gangguan habitat dan satwa liar terus meningkat. Peningkatan sampah dan polusi menjadi masalah serius. Aktivitas perahu dan diving tidak semuanya bertanggung jawab.​

    Kerusakan terumbu karang terjadi akibat aktivitas wisatawan. Dampak ini mengancam ekosistem yang telah dibangun selama bertahun-tahun. Regulasi pengunjung perlu diterapkan lebih ketat lagi.​

    Proyek Pembangunan yang Kontroversial:

    Proyek pembangunan senilai $300 juta menimbulkan kekhawatiran. Manfaat ekonomi mungkin tidak mencapai masyarakat lokal dengan adil. Transparansi dalam implementasi proyek sangat diperlukan.​

    Target dan Strategi Ke Depan

    Indonesia menargetkan 14,6-16 juta pengunjung internasional pada 2025. Target ini dicapai melalui kampanye pemasaran internasional yang terukur. Pengembangan destinasi wisata dipercepat dengan pendekatan berkelanjutan.​

    Segmen experiential baru terus dieksplorasi. Penawaran pariwisata unik dan berkelanjutan dikembangkan. Diferensiasi produk menjadi strategi kompetitif utama.​

    Investasi dalam Pengembangan SDM:

    Kementerian Pariwisata telah mensertifikasi lebih dari 84.000 profesional pariwisata. Pelatihan berkelanjutan memastikan standar kualitas tinggi. Kompetensi industri terus ditingkatkan setiap tahun.​

    Transformasi digital dipercepat di sektor pariwisata. Lebih dari 20.000 bisnis memperluas kehadiran online mereka. Platform digital memudahkan akses dan promosi destinasi berkelanjutan.​

    Kesimpulan

    Indonesia berada di jalur yang tepat untuk kemajuan berkelanjutan. Kerangka regulasi yang diperkuat memberikan fondasi kuat. Pengakuan internasional terhadap desa wisata terus bertambah.​

    Pertumbuhan akomodasi bersertifikasi menunjukkan tren positif. Komitmen terhadap prinsip keberlanjutan semakin menguat. Indonesia akan menjadi hub sertifikasi pariwisata berkelanjutan di ASEAN dan Asia Pasifik.​

    Destinasi wisata berkelanjutan memberikan dampak ekonomi dan lingkungan positif. Wisatawan mendapat pengalaman bermakna dan autentik. Masyarakat lokal mendapat manfaat jangka panjang dari pariwisata yang bertanggung jawab.

    Perjalanan Indonesia menuju pariwisata berkelanjutan baru saja dimulai. Terus ikuti perkembangan destinasi baru dan program inovasi di bidang ekowisata. Yuk jadilah bagian dari gerakan wisata berkelanjutan Indonesia dengan memilih destinasi yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan budaya lokal!


    FAQ

    P: Apa yang dimaksud dengan sustainable tourism?

    J: Sustainable tourism adalah pariwisata yang mempertimbangkan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan jangka panjang. Fokusnya pada pelestarian alam, budaya lokal, dan pemberdayaan masyarakat.​

    P: Destinasi mana yang terbaik untuk ekowisata di Indonesia?

    J: Raja Ampat, Komodo, dan Danau Toba adalah destinasi unggulan. Desa wisata seperti Pemuteran, Penglipuran, dan Wukirsari juga sangat direkomendasikan untuk pengalaman berkelanjutan.​

    P: Bagaimana cara memilih akomodasi berkelanjutan?

    J: Cari sertifikasi GSTC, Green Globe, atau Eco Climate Badge pada akomodasi pilihan. Platform Tiket Green juga menyediakan daftar hotel dan resort bersertifikasi berkelanjutan.​

    P: Apa manfaat ekowisata bagi masyarakat lokal?

    J: Ekowisata menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan lokal, dan memberdayakan masyarakat dalam pelestarian budaya dan lingkungan mereka.​

    P: Bagaimana Indonesia melindungi destinasi ekowisata dari overtourism?

    J: Indonesia menerapkan pembatasan pengunjung, sistem retribusi wisatawan, dan regulasi pengunjung ketat di destinasi sensitif seperti Komodo dan Raja Ampat.​


    Bagaimana dengan pengalaman wisata berkelanjutan Anda? Berbagi cerita perjalanan Anda di kolom komentar dan ajak teman untuk menjelajahi keindahan Indonesia dengan cara yang bertanggung jawab!