Kalau kamu punya cuti 10 hari dan ingin mencicipi “rasa asli” Thailand tanpa menguras tabungan, kombinasi kota, pegunungan, dan sedikit suasana party backpacker adalah paket yang pas. Dengan perencanaan yang tepat, trip 10 hari ke Thailand sangat mungkin di-budget sekitar 30–35 USD per hari (± 1.000–1.200 THB) untuk backpacker yang tidur di hostel dan makan street food. Yuk bahas rute, estimasi biaya, dan trik hematnya secara runtut.
Gambaran Singkat: Rute & Budget 10 Hari di Thailand
Untuk backpacker pemula, rute klasik dan hemat yang cocok di 2025:
-
Bangkok → Chiang Mai → Pai → kembali ke Chiang Mai/Bangkok
Kamu akan dapat:
-
Kota besar (Bangkok)
-
Kultur & kuliner utara (Chiang Mai)
-
Suasana chill di pegunungan (Pai)
Perkiraan kasar budget tanpa tiket pesawat internasional:
-
Budget nyaman backpacker: 1.000–1.200 THB/hari (± 30–35 USD)
-
Total 10 hari: 10.000–12.000 THB
Sudah cukup untuk: -
Dorm hostel standar
-
Street food + 1–2 kali makan “agak proper”
-
Transport antar kota (termasuk kereta malam)
-
Beberapa aktivitas berbayar (cooking class, day trip, dll.)
Di bagian berikut, rute harian akan dijabarkan detail supaya kamu bisa menyesuaikan dengan gaya jalanmu. Yuk lanjut ke gambaran itinerarinya.
Rute 10 Hari Thailand (Backpacker-Friendly) – Ringkasan Harian
Ini versi singkatnya dulu:
-
Hari 1–2: Bangkok – kuil-kuil utama, night market, Khao San Road
-
Hari 3: Bangkok → Chiang Mai (kereta malam)
-
Hari 4–5: Chiang Mai – Old Town, kuil, night market, cooking class / kelas lain
-
Hari 6–7: Pai – santai di pegunungan, viewpoints, kafe
-
Hari 8: Kembali ke Chiang Mai – aktivitas tambahan (elephant sanctuary etis / day trip alam)
-
Hari 9: Terbang / kereta kembali ke Bangkok – belanja & street food
-
Hari 10: Last-minute shopping, oleh-oleh, lalu pulang
Rute ini terinspirasi dari beberapa itinerary populer Northern Thailand yang memang ditargetkan untuk backpacker dengan waktu 8–10 hari. Setelah tahu rangkumannya, mari bedah harian dengan lebih rinci.
Hari 1–2: Bangkok – Adaptasi, Kuil, dan Street Food
Apa yang dilakukan
Bangkok sering membuat orang “kaget” pertama kali: ramai, panas, tapi juga seru dan penuh makanan enak. Dua hari cukup untuk highlight:
-
Kunjungi Grand Palace & Wat Pho (Reclining Buddha)
-
Sunset di Wat Arun (seberang sungai Chao Phraya)
-
Menyusuri Chinatown (Yaowarat) untuk kuliner malam
-
Jalan-jalan di sekitar Khao San Road (wilayah klasik backpacker)
Banyak itinerary 10 hari merekomendasikan 2 hari pertama di Bangkok sebelum melanjutkan ke destinasi lain.
Estimasi biaya harian (kasar)
-
Hostel dorm di Bangkok: 150–250 THB/malam untuk dorm murah, rata-rata sekitar 5 USD per malam.
-
Makan street food 2–3 kali sehari: 150–250 THB
-
Transport lokal (MRT/BTS, tuk-tuk sesekali): 80–150 THB
-
Tiket masuk kuil besar: 200–500 THB (tergantung kombinasi)
Total: ± 600–1.000 THB/hari tergantung gaya hidup.
Di akhir hari kedua, kamu mulai terbiasa dengan ritme Thailand — ini bekal penting sebelum lanjut ke utara. Yuk lanjut ke perjalanan panjang pertama: kereta malam!
Hari 3: Bangkok → Chiang Mai dengan Kereta Malam
Kenapa kereta malam?
Banyak backpacker memilih kereta malam Bangkok–Chiang Mai karena:
-
Hemat 1 malam hostel
-
Pengalaman ikonik backpacker Thailand
-
Relatif aman & nyaman untuk solo traveler
Tiket 2nd class AC sleeper (ranjang, AC, kompartemen bersama) umumnya di kisaran:
-
± 768–1.291 THB tergantung kelas & metode pembelian (online vs stasiun).
Tips:
-
Pesan beberapa hari–minggu sebelumnya karena rute ini cepat penuh, terutama high season.
-
Bawa jaket tipis atau selimut ringan, AC bisa cukup dingin.
-
Simpan barang berharga dekat badan, tapi secara umum rute ini populer dan aman untuk turis.
Siang hari kamu masih bisa eksplor Bangkok, lalu malam naik kereta. Besok paginya, kamu sudah di Chiang Mai. Yuk lanjut ke apa saja yang bisa dilakukan di sana.
Hari 4–5: Chiang Mai – Kota Tua, Kuil, dan Night Market
Chiang Mai sering disebut sebagai “ibukota budaya” Thailand utara dengan vibes jauh lebih santai dibanding Bangkok.
Aktivitas utama
-
Jelajah Chiang Mai Old Town: Wat Chedi Luang, Wat Phra Singh, dll.
-
Naik ke Doi Suthep untuk view kota dari ketinggian
-
Night market (misalnya Saturday Night Market atau Sunday Walking Street)
-
Coba Thai massage dengan harga lebih murah dibanding Bangkok
-
Pertimbangkan ikut cooking class lokal (favorit backpacker)
Banyak itinerary 10 hari utara Thailand menyarankan 2–3 hari di Chiang Mai sebagai base utama sebelum ke Pai atau Chiang Rai.
Estimasi biaya per hari
-
Dorm hostel: 150–250 THB (Chiang Mai terkenal cukup murah untuk akomodasi)
-
Makan street food & kafe lokal: 150–250 THB
-
Transport lokal (songthaew, Grab lokal): 60–150 THB
-
Aktivitas opsional:
-
Cooking class: ± 1.000–1.500 THB
-
Masuk kuil: banyak yang gratis, sebagian berbayar kecil
-
Di akhir hari ke-5, kamu sudah dapat rasa budaya Thailand utara dan siap untuk suasana pegunungan di Pai. Yuk lanjut.
Hari 6–7: Pai – Suasana Chill di Pegunungan
Pai terkenal di kalangan backpacker karena:
-
Suasana santai, banyak kafe dan hostel dengan view sawah/pegunungan
-
Cocok buat istirahat dari hiruk-pikuk kota
-
Banyak tempat foto kece: Pai Canyon, Bamboo Bridge, hot springs
Rute umum dari Chiang Mai ke Pai:
-
Minivan ± 3–4 jam, dengan jalan berkelok (siapkan obat anti-mabuk kalau perlu).
Hostel di Pai umumnya sangat ramah backpacker dengan harga mirip atau sedikit di bawah Chiang Mai, sehingga tetap aman untuk budget.
Aktivitas low-budget:
-
Sewa motor (kalau berani & berpengalaman, lengkap dengan SIM internasional)
-
Nongkrong di kafe view sawah
-
Menikmati sunset di Pai Canyon
Setelah dua malam di Pai, banyak traveler merasa “recharge” dan siap balik ke Chiang Mai untuk final aktivitas. Yuk lanjut.
Hari 8: Kembali ke Chiang Mai – Aktivitas Tambahan
Hari ini bisa digunakan fleksibel, misalnya:
-
Menginap lagi di Chiang Mai (hostel yang sama)
-
Ikut day trip:
-
Ethical elephant sanctuary (pastikan benar-benar etis: tanpa naik di punggung, tanpa rantai permanen)
-
Day trip alam seperti air terjun, village tour, atau Doi Inthanon
-
Biaya day trip ke sanctuary gajah yang etis biasanya:
-
Sekitar 1.500–2.500 THB termasuk transport & makan (bervariasi, cek review terkini).
Kalau kamu ingin ultra-hemat, bisa pilih eksplor kota sendiri dan skip aktivitas mahal. Malamnya, kamu bisa naik bus/kereta/pesawat kembali ke Bangkok, atau keesokan paginya (Hari 9). Yuk lihat bagian kepulangan.
Hari 9: Kembali ke Bangkok – Belanja & Street Food
Opsi transport Chiang Mai → Bangkok:
-
Kereta (pagi/siang/malam, mirip rute sebaliknya)
-
Bus malam
-
Pesawat low-cost (sering promo dan bisa cukup murah jika dipesan jauh hari)
Setibanya di Bangkok, fokuskan:
-
Belanja di area seperti Pratunam, Chatuchak (kalau weekend), atau MBK
-
Wisata kuliner malam terakhir (bisa kembali ke Chinatown atau kawasan lain)
Jika budget sudah mulai menipis, inilah hari untuk bermain “mode hemat maksimum”:
banyak jalan kaki, makan street food, dan tahan diri dari belanja impulsif. Besok kamu sudah harus pulang, jadi yuk lanjut ke hari terakhir.
Hari 10: Hari Pulang & Oleh-Oleh
Sebelum ke bandara:
-
Cek lagi isi tas: jangan sampai passport & barang penting tercecer di hostel
-
Belanja oleh-oleh kecil (snack, kaos, magnet, dll.) di pasar atau minimarket
-
Top up air minum di hostel sebelum berangkat
Luangkan waktu ekstra untuk perjalanan ke bandara (kemacetan di Bangkok bisa kejam). Usahakan tiba 3 jam sebelum penerbangan internasional.
Sampai di sini, itinerarimu selesai, tapi pembahasannya belum — di bawah ini ada breakdown budget detail dan tips hemat yang bisa bikin rencana perjalananmu makin matang. Yuk lanjut.
Breakdown Budget Harian Backpacker Thailand
1. Akomodasi: Hostel & Guesthouse
Data rata-rata hostel di Thailand menunjukkan:
-
Rata-rata dorm bed: sekitar 12 USD/malam (± 400–450 THB) untuk seluruh Thailand.
-
Rata-rata private room budget: sekitar 19 USD/malam.
-
Di Bangkok, hostel paling murah bahkan bisa mulai dari 3–5 USD per malam untuk dorm, dengan rata-rata sekitar 5 USD/dorm bed.
Untuk backpacker hemat:
-
Targetkan 150–300 THB/malam di kota-kota utama (Bangkok, Chiang Mai, Pai)
-
Pilih dorm 6–12 bed untuk harga paling murah
-
Periksa rating kebersihan & keamanan di platform booking populer
Dengan angka ini, akomodasi bisa dijaga di sekitar 200–300 THB/hari untuk dorm standar. Yuk lanjut ke komponen budget berikutnya.
2. Makan & Minum
Thailand terkenal sebagai surga street food. Dengan sedikit disiplin:
-
Sarapan: 30–60 THB (roti, kopi, atau street food ringan)
-
Makan siang & malam di warung lokal: 40–80 THB per porsi
-
Jajanan & minuman: 40–100 THB per hari
Total realistis backpacker:
-
150–250 THB/hari untuk makan, kalau konsisten pilih tempat lokal dan minim kafe fancy.
Minum alkohol (beer, cocktail) bisa dengan cepat menggandakan pengeluaran harian, jadi kalau ingin tetap di kisaran 30–35 USD/hari, batasi konsumsi alkohol. Yuk lanjut ke biaya transportasi.
3. Transportasi Antar Kota & Lokal
Komponen utama:
-
Kereta malam Bangkok–Chiang Mai (pp): ± 800–1.300 THB sekali jalan tergantung kelas & pembelian.
-
Minivan Chiang Mai–Pai: ± 200–300 THB sekali jalan
-
Transport lokal:
-
BTS/MRT/tuk-tuk/taksi: ± 60–150 THB/hari di kota besar
-
Sewa motor di kota kecil (Chiang Mai/Pai): ± 150–250 THB/hari, belum termasuk bensin (hanya jika kamu punya SIM & pengalaman)
-
Kalau rute dan tanggal sudah jelas, kombinasi pesawat low-cost dan kereta/bus bisa menekan biaya sambil menghemat waktu. Yuk masuk ke komponen terakhir.
4. Aktivitas, Tiket Masuk, & Biaya Tak Terduga
Contoh:
-
Tiket kuil-kuil utama: 50–500 THB (tergantung tempat)
-
Cooking class: 1.000–1.500 THB (sekali aktivitas)
-
Ethical elephant sanctuary: 1.500–2.500 THB (day trip).
-
Laundry koin, toiletries, SIM card top-up, dll: 50–150 THB/hari (rata-rata)
Aman kalau kamu sisihkan:
-
200–400 THB/hari untuk aktivitas & biaya tak terduga.
Jika semua dikumpulkan, kisaran 1.000–1.200 THB/hari untuk backpacker yang disiplin sangat realistis di 2025. Setelah paham komponen budget, yuk lihat tips hemat transportasi lebih spesifik.
Tips Hemat Transportasi di Thailand
Beberapa strategi yang sering dipakai backpacker:
-
Manfaatkan kereta malam untuk rute jauh (Bangkok–Chiang Mai) agar hemat 1 malam hostel.
-
Pesan tiket di aplikasi/website agregator lebih awal jika musim ramai, tapi cek juga harga di stasiun (kadang lebih murah).
-
Untuk jarak dekat di kota:
-
Utamakan BTS/MRT (Bangkok) dan songthaew (Chiang Mai) ketimbang taksi.
-
Cek dulu harga di aplikasi (semacam Grab) sebelum tawar menawar dengan tuk-tuk.
-
-
Gunakan airport train atau bus resmi dari bandara, yang biasanya lebih murah dan jelas harganya.
Dengan pola ini, biaya transportasi tetap terkendali tanpa mengorbankan kenyamanan. Yuk lanjut ke urusan tidur: hostel.
Cara Memilih Hostel Murah tapi Nyaman
Beberapa poin penting:
-
Prioritaskan rating kebersihan & keamanan di atas dekor yang instagramable.
-
Cek fasilitas:
-
Loker aman
-
AC / kipas
-
Dapur bersama (bisa bantu hemat makan)
-
WiFi stabil
-
-
Lokasi:
-
Di Bangkok, banyak backpacker memilih area sekitar Khao San Road atau dekat BTS untuk mobilitas.
-
Di Chiang Mai, area Old Town dan Nimman populer untuk hostel dengan komunitas traveler.
-
Hostel dengan rating bagus di kisaran 5–12 USD per malam sudah banyak sekali di Bangkok dan kota besar lain di Thailand. Setelah urusan tidur beres, sekarang soal internet yang stabil.
SIM Card & Internet Murah di Thailand 2025
Untuk 10 hari, beli SIM turis jauh lebih praktis daripada mengandalkan WiFi gratis.
Contoh paket turis populer 2025:
-
DTAC / AIS / TrueMove menawarkan:
-
Unlimited data 8 hari: ± 449 THB
-
Unlimited data 15 hari: ± 699 THB
-
-
Banyak yang sudah 5G dengan coverage nasional yang sangat luas (AIS & True melaporkan jangkauan 5G >90% populasi di 2025).
Hal penting:
-
SIM harus registrasi dengan paspor (wajib di Thailand).
-
Bisa beli di bandara (paling praktis) atau di kota (kadang sedikit lebih murah).
-
Alternatif: eSIM turis yang bisa diaktifkan sebelum berangkat, cocok untuk yang tak mau bongkar-pasang SIM fisik.
Dengan sekitar 450–700 THB, urusan internet untuk 10 hari aman. Yuk lanjut ke topik favorit banyak pembaca: makan hemat.
Tips Makan Hemat tapi Aman di Thailand
Agar dompet dan perut sama-sama aman:
-
Prioritaskan tempat makan yang ramai orang lokal (rotasi makanan tinggi → lebih segar).
-
Jangan takut street food, tapi perhatikan:
-
Masakan dimasak panas di tempat
-
Air minum selalu air kemasan / isi ulang dari galon di hostel
-
-
Hindari terlalu banyak kafe hipster kecuali memang kamu sudah sisihkan budget ekstra.
-
Manfaatkan:
-
7-Eleven untuk snack murah, kopi, dan makanan ringan siap saji
-
Pasar malam untuk makan sekaligus suasana lokal
-
Dengan pola makan seperti ini, biaya makan 150–250 THB/hari bisa tercapai tanpa merasa tersiksa. Yuk lanjut ke bagian keamanan & etika.
Keamanan & Etika Backpacker di Thailand
Agar perjalanan nyaman untukmu dan juga hormat ke penduduk lokal:
-
Di kuil:
-
Pakai pakaian sopan (tutup bahu & lutut)
-
Lepas sepatu sebelum masuk area tertentu
-
-
Jangan menyentuh kepala orang (di budaya Thailand, kepala dianggap bagian paling “tinggi” dan sensitif).
-
Hindari diskusi politik sensitif.
-
Simpan barang berharga di loker/hidden pouch, terutama di transport malam & area ramai.
-
Gunakan ATM di dalam mall/bank jika memungkinkan untuk mengurangi risiko skimming.
Secara umum, Thailand ramah untuk backpacker dan solo traveler, termasuk perempuan, selama mengikuti common sense safety dan aturan lokal. Yuk lanjut ke alternatif rute kalau kamu lebih suka pantai.
Alternatif Rute: Itinerary Thailand 10 Hari Fokus Pantai
Kalau kamu lebih tertarik suasana pantai daripada pegunungan, bisa pakai kerangka ini:
-
Hari 1–2: Bangkok
-
Hari 3–5: Krabi (Ao Nang / Railay) – island hopping, pantai, climbing
-
Hari 6–8: Koh Lanta / Koh Phi Phi / Koh Samui / Koh Tao (pilih 1 pulau sesuai minat)
-
Hari 9–10: Kembali ke Bangkok atau pulang dari Phuket
Banyak itinerary 10 hari versi “southern Thailand” memakai kombinasi Bangkok + pulau-pulau seperti Koh Samui, Koh Tao, Krabi, dan Phuket.
Biaya bisa sedikit naik karena:
-
Ferry antar pulau
-
Aktivitas laut (snorkeling, diving, island tour)
Namun, untuk kamu yang ingin konten pantai dan island-hopping, ini sangat worth it. Setelah melihat dua opsi rute, mari rekap poin-poin terpentingnya.
Ringkasan Utama (5–7 Poin Penting)
-
Durasi 10 hari cukup untuk merasakan kombinasi kota, budaya, dan pegunungan di Thailand dengan rute populer Bangkok–Chiang Mai–Pai.
-
Budget harian backpacker realistis di 2025 adalah sekitar 30–35 USD (± 1.000–1.200 THB), sudah termasuk hostel dorm, makan lokal, dan transport dasar.
-
Kereta malam Bangkok–Chiang Mai adalah cara hemat dan ikonik untuk pindah kota sambil menghemat 1 malam akomodasi, dengan tiket 2nd class AC sleeper mulai sekitar 800–1.300 THB.
-
Hostel di Thailand sangat ramah backpacker, dengan dorm mulai 3–5 USD di Bangkok dan rata-rata dorm sekitar 12 USD di seluruh negeri, sehingga kamu bisa menekan biaya tidur tanpa mengorbankan kenyamanan.
-
Paket SIM turis 8–15 hari dengan data besar atau bahkan unlimited tersedia di kisaran 449–699 THB, membuat internet cepat dan murah bukan masalah besar di 2025.
-
Makan street food & warung lokal adalah kunci menjaga budget makan 150–250 THB/hari sambil tetap menikmati kuliner otentik.
-
Kamu bisa pilih fokus rute: utara (Bangkok–Chiang Mai–Pai) untuk budaya & pegunungan, atau selatan (Bangkok + pulau-pulau) untuk pantai & island-hopping, tergantung minat dan musim.
Kalau semua poin ini pas dengan gaya jalanmu, tinggal atur detail tanggal dan booking. Yuk lanjut ke kesimpulan dan CTA ringan.
Kesimpulan: Siap Jalan dengan Itinerary Backpacker Thailand 10 Hari?
Backpacking Thailand 10 hari bukan cuma mungkin, tapi justru salah satu cara paling menyenangkan untuk mengenal negara “Land of Smiles” ini. Dengan rute yang efisien, kamu bisa:
-
Menghabiskan dua hari adaptasi di Bangkok, mencicipi kuil megah dan street food legendaris.
-
Naik kereta malam ke Chiang Mai untuk merasakan sisi budaya, night market, dan aktivitas seperti cooking class atau kunjungan ke sanctuary gajah yang etis.
-
Menyepi sejenak di Pai dengan suasana pegunungan dan kafe-kafe santai.
-
Menutup perjalanan dengan belanja dan kuliner terakhir di Bangkok sebelum pulang.
Kuncinya adalah:
-
Menentukan prioritas pengalaman (kota vs pegunungan vs pantai).
-
Menjaga disiplin budget di sekitar 1.000–1.200 THB/hari dengan memilih hostel dorm, makan lokal, dan transport publik.
-
Mengatur transport besar (kereta malam, pesawat domestik, minivan) dan SIM card sebelum/per awal trip agar sisanya mengalir tanpa drama.
Kalau kamu ingin versi lebih pantai, kamu bisa mudah mengadaptasi itinerari ini menjadi kombinasi Bangkok + Krabi + pulau-pulau tanpa mengubah filosofi “hemat tapi tetap seru”.
Sekarang, tinggal satu langkah: sesuaikan tanggal, cek harga aktual, dan mulai susun booking dasar (hostel pertama, tiket transport utama). Begitu itu beres, sisanya bisa lebih fleksibel dan spontan — khas gaya backpacker yang seru. Yuk mulai rencanakan detil perjalananmu!
FAQ: Itinerary Backpacker Thailand 10 Hari (2025)
1. Berapa budget realistis untuk itinerary backpacker Thailand 10 hari?
Untuk backpacker yang tidur di hostel dan makan street food, kisaran 30–35 USD per hari (± 1.000–1.200 THB) cukup realistis di 2025.
Total 10 hari berarti sekitar 10.000–12.000 THB, di luar tiket pesawat internasional.
2. Lebih baik pilih rute utara (Bangkok–Chiang Mai–Pai) atau pantai?
Kalau kamu suka budaya, pegunungan, dan suasana chill, rute utara (Bangkok–Chiang Mai–Pai) sangat direkomendasikan.
Kalau kamu lebih ingin island-hopping dan pantai, pilih kombinasi Bangkok + Krabi/Phuket + pulau (Phi Phi, Koh Lanta, Koh Tao, dll).
Keduanya bisa dibuat versi 10 hari, sesuaikan dengan musim & minatmu.
3. Amankah naik kereta malam Bangkok–Chiang Mai untuk backpacker solo?
Secara umum, rute kereta malam Bangkok–Chiang Mai populer dan aman untuk turis, termasuk solo traveler, selama kamu menjaga barang pribadi, gunakan loker/bag lock, dan simpan dokumen penting dekat badan.
Pilih 2nd class AC sleeper untuk kombinasi harga & kenyamanan yang seimbang.
4. Kapan waktu terbaik ke Thailand untuk itinerary 10 hari?
Secara umum:
-
High season (cuaca lebih kering): November–Februari
-
Shoulder season (lebih sepi & harga cenderung lebih rendah): akhir Februari–April atau September–Oktober
Musim hujan tidak selalu berarti hujan seharian, tapi bisa mempengaruhi rute pantai tertentu, jadi cek kondisi tiap wilayah sebelum berangkat.
5. Apa saya perlu beli SIM card Thailand atau cukup WiFi hostel?
Kalau kamu ingin:
-
Navigasi mudah (Google Maps)
-
Pesan transport online
-
Komunikasi cepat dengan hostel/tour
Maka SIM card turis sangat direkomendasikan. Paket 8–15 hari dengan data besar atau unlimited di 2025 berada di kisaran 449–699 THB, dari operator seperti AIS, True, dan DTAC.
WiFi hostel saja bisa, tapi seringkali kurang praktis di perjalanan antar kota.
Pesan untuk Pembaca: Bagikan Rencana & Pengalamanmu
Kalau kamu sudah pernah ke Thailand, bagaimana pengalamanmu soal:
-
Daily budget nyata yang kamu habiskan per hari?
-
Lebih suka rute utara (Bangkok–Chiang Mai–Pai) atau rute pantai?
-
Hostel atau kota mana yang paling berkesan buatmu?
Coba tulis versi singkat itinerary backpacker Thailand 10 hari versimu sendiri: kota mana yang kamu tambah, mana yang kamu kurangi, dan trik hemat apa yang paling ampuh menurutmu. Bagikan artikel ini ke teman yang lagi galau mau mulai backpacking ke luar negeri pertama kali — siapa tahu ini jadi titik awal petualangan panjang mereka.
Kalau kamu punya pertanyaan spesifik (misalnya ingin fokus diving, vegan-friendly food, atau solo female backpacking), tulis skenarionya: itinerary bisa disesuaikan lagi agar benar-benar pas dengan gaya jalanmu. Yuk diskusi dan kembangkan rencana perjalanan terbaikmu!

Leave a Reply